Penting mengetahui penyebab Diabetes Melitus Dan Cara Mencegahnya



      
Penting mengetahui penyebab diabetes melitus dan cara mencegahnya
Penting mengetahui penyebab Diabetes Melitus Dan Cara Mencegahnya
   Penting rasanya untuk mengetahui penyebab diabetes melitus terlebih karena penderita penyakit ini sudah semakin meluas. Jika dahulu penyakit diabetes melitus seringkali dikaitkan dengan usia lanjut maka hal itu tidaklah berlaku sama sekali. Nyatanya, banyak anak-anak muda yang menderita diabetes melitus dan itu bukan hanya terjadi dinegara kita Indonesia saja melainkan diseluruh belahan bumi. Hal ini tidak lantas membuat kita berfikir bahwa itu adalah hal yang biasa. Justru hal itu harus meningkatkan kewaspadaan kita terhadap penyakit yang juga mematikan ini.

         Sebelum mengupas tentang penyebab diabetes ada baiknya kita membahas sedikit tentang apa itu diabetes melitus. Ini merupakan suatu penyakit yang dimana penderitanya memiliki kandungan gula darah yang sangat tinggi didalam tubuhnya. Gula darah sendiri bukanlah hal yang buruk. Gula darah diperlukan tubuh untuk kemudian diubah menjadi energi oleh hormon insulin. Hormon insulin inilah yang bertanggung jawab untuk mengubah glukosa menjadi energi. Kemudian sisa dari glukosa yang tidak digunakan biasanya diubah menjadi glikogen yang tempatnya ada didalam hati serta otot.



Diabetes melitus ada dua tipe yaitu tipe 1 dan tipe 2. Kemudian dari tipe tersebutlah kita bisa mengetahui penyebabnya.

·         Untuk tipe 1, diabetes melitus terjadi karena tubuh kekurangan hormon insulin sehingga glukosa tidak dapat diubah menjadi energi dan terjadi penumpukkan.

·         Kemudian untuk diabetes melitus tipe 2 biasanya ia terjadi karena hormon insulin yang tidak bisa berfungsi dengan baik. Sehingga glukosa tidak bisa diubah menjadi energi maupun glikogen secara optimal. Keduanya berbahaya dan bisa menimpa siapa saja.



         Di Indonesia sendiri, diabetes tipe 2 adalah yang paling banyak dialami. 80% dari penderita diabetes adalah mereka yang menderita diabetes tipe 2. Pada tipe ini produksi hormon insulin mengalami penurunan sehingga tubuh kekurangan hormon insulin dan tidak bisa mengimbangi banyaknya kadar gula darah yang harus diolah. Mereka yang berusia diatas 40tahun memang memiliki resiko yang lebih besar untuk mengalami diabetes. Hal itu karena kemampuan tubuh semakin menurun dan bisa saja karena gaya hidup yang kurang sehat dimana terlalu banyak asupan makanan yang mengandung gula dan karbohidrat tinggi.

         Namun usia tentu tidak bisa dijadikan patokan seseorang apakah pasti tidaknya untuk mengidap diabetes. Karena pada kenyataannya penyakit diabetes melitus ini, terutama tipe 2, sekarang ini banyak juga diderita anak-anak muda. Hal ini mengindikasikan bahwa gaya hidup memang sangat mempengaruhi timbulnya penyakit ini. Selain itu, diabetes juga bisa diturunkan sehingga mereka yang memiliki riwayat keluarga yang menderita penyakit diabetes harus lebih waspada. Melakukan cek kesehatan adalah hal yang baik untuk dilakukan ketika kita merasa kita beresiko terkena diabetes karena faktor keturunan.

         Selain dari faktor gaya hidup, usia dan gen, ternyata ada hal lainnya yang merupakan fakta penelitian. Yakni etnis Asia lebih sering menderita diabetes melitus tipe 2 dibandingkan dengan etnis lainnya. Belum ada penelitian kuat yang menyatakan penyebab mengapa etnis Asia yang lebih banyak menderita penyakit ini. Namun hal ini tentu saja membuat kita yang memiliki etnis Asia untuk lebih mawas diri dalam mengantisipasi diabetes melitus. 
baca juga : 7 cara mengobati diabetes melitus secara alami dengan cepat



Untuk mengetahui apakah kita berpotensi menderita diabetes melitus maka kita bisa memperhatikan beberapa gejala berikut ini:


- Memiliki riwayat keluarga penderita diabetes

         Seperti yang telah disebutkan bahwa diabetes bisa diturunkan sehingga ini bisa menjadi salah satu faktor kita lebih sadar akan penyakit ini. Ini bisa menjadi salah satu tanda apakah kita beresiko tinggi atau tidaknya terhadap diabetes melitus.



- Frekuensi buang air kecil yang berlebihan

         Buang air kecil adalah hal yang wajar dan memang sudah seharusnya terjadi. Namun jika frekuensinya dianggap tidak wajar yaitu berlebihan maka ini patut diwaspadai. Normalnya kita buang air kecil 6-8 kali sehari. Jika frekuensi buang air kecil kita jauh diatas normal maka ini patut diwaspadai karena bisa menjadi gejala diabetes. Untuk lebih tepatnya adalah frekuensi buang air kecil dimalam hari. Jika kita sering terbangun karena ingin buang air kecil maka mulailah memeriksakan kesehatan kita. Namun jika buang air kecil sering karena terlalu banyak minum air maka mungkin hal tersebut tidak termasuk dalam gejala diabetes melitus. Namun tetap saja jika frekuensi buang air kecil bisa lebih dari 20 kali sehari maka harus waspada.  



- Sering haus secara berlebihan

         Seseorang yang menderita diabetes biasanya akan merasa sangat haus dengan frekuensi yang sering. Sehingga penderita terus menerus minum dan juga terus menerus buang air kecil. Meskipun tubuh kita memang memerlukan asupan cairan, namun tetap saja asupan cairan tersebut harus sesuai dan tidak berlebihan. Normalnya,  8-10 gelas air putih sudah bisa memenuhi kebutuhan asupan cairan tubuh. Kecuali jika kita habis melakukan aktifitas fisik maka rasa haus itu wajar karena tubuh telah berkeringat yang artinya banyak cairan tubuh yang dikeluarkan. Jika kita seringhaus bahkan disaat cuaca tidak panas sekalipun maka waspadalah.



- Kelelahan berlebihan

         Terlepas dari beratnya aktifitas yang dilakukan, jika kita sering merasa kelelahan maka itu patut dicurigai sebagai gejala dari diabetes. Hal tersebut tentu bisa dijelaskan secara ilmiah. Ketika menderita diabetes maka hormon insulin kurang optimal dalam merubah glukosa menjadi energi. Atau, bisa juga terjadi karena kekurangan hormon insulin sehingga pada akhirnya glukosa tidak bisa dipecah menjadi energi. Tubuh tanpa energi maka akan kelelahan dan kekurangan tenaga. Jadi kelelahan berat dan sering bahkan tanpa yang sebab bisa merupakan gejala diabetes melitus.



- Turun berat badan secara drastis

         Jika kita mengalami penurunan berat secara drastis maka itu bisa menjadi sinyal bahwa tubuh sedang menderita diabetes. Penurunan berat badan disini adalah penurunan yang bukan disebabkan karena diet. Maka jika bobot tubuh berkurang 5kg dalam waktu 1-3bulan tanpa melakukan diet maka bisa menjadi indikasi bahwa kita sedang menderita diabetes melitus. Jadi anggapan diabetes hanya bisa menimpa orang-orang gemuk kurang tepat. Orang yang bertubuh ideal atau kurus pun bisa menderita penyakit ini.



          Selain gejala-gejala diatas, ada gejala lain yang patut diwaspadai yaitu kehilangan massa otot secara drastis. Hal ini mungkin lebih rentan dialami pria karena wanita tidak memiliki massa otot sebanyak pria. Maka jika merasa mengalami gejala-gejala yang telah disebutkan diatas, sudah saatnya untuk memeriksakan diri ke dokter. Hal ini bertujuan untuk mengetahui diagnosa yang sebenarnya dari kesehatan kita apakah benar tidaknya menderita diabetes melitus.

          Jika terdiagnosa menderita diabetes melitus maka dokter akan melakukan tindakan sesuai kondisi pasien. Pengobatan bisa berupa obat-obatan untuk mengendalikan kadar gula darah. Namun jika kondisi semakin bertambah parah maka biasanya terapi suntik insulin diberikan pada pasien sesuai dengan dosis yang disarankan dokter. Penyakit diabetes membutuhkan kedisiplinan tinggi untuk bisa dikendalikan sehingga ini bukanlah penyakit yang bisa disembuhkan hanya dengan sekali pengobatan terlebih karena penyakit ini bersifat progresif yang artinya dapat bertambah parah seiring waktu.


Cara mencegah diabetes melitus
Diabetes melitus bisa dialami siapapun bahkan anak muda. Maka sebelum terlambat, bagi yang sehat dan tidak terdiagnosa menderita penyakit ini sebaiknya mulai membiasakan diri untuk melakukan beberapa tindakan pencegahan, seperti:

- Pola makan sehat

         Pola makan yang sehat harus senantiasa kita terapkan agar metabolisme tubuh terjaga dan terhindar dari diabetes melitus. Mengkonsumsi makanan sehat sangat dianjurkan dan lebih banyak mengkonsumsi sayuran serta buah dibanding dengan konsumsi makanan berkabohidrat dan gula tinggi. Karbohidrat kompleks seperti gandum lebih baik untuk lebih sering dikonsumsi daripada nasi putih biasa yang kandungan gulanya lebih tinggi dan karbohidratnya sederhana.



- Memperbanyak aktifitas fisik

         Kurang bergerak bisa menjadi penyebab diabetes melitus karena membuat tubuh kurang sensitif terhadap insulin. Diabetes yang disebabkan karena resistansi insulin akan semakin memburuk jika kita kita jarang bergerak. Penggunaan insulin akan lebih efisien jika tubuh banyak melakukan aktifitas fisik. Olahraga tidak perlu sampai membuat kita kelelahan akut. Dengan berjalan kaki untuk pergi ke kantor, melakukan aerobik dua sampai tiga kali seminggu, atau lari pagi secara teratur maka bisa membantu memperlancar metabolisme tubuh dalam mengolah glukosa.



- Menurunkan berat badan jika obesitas

          Meskipun diabetes bisa juga dialami oleh mereka yang memiliki berat badan ideal sekalipun, namun mereka yang obesitas memiliki resiko yang berkali lipat lebih tinggi untuk terkena diabetes. Maka jika mengalami obesitas sebaiknya lakukan diet sehat untuk menurunkan berat badan. Tidak perlu melakukan diet super ketat karena akan membahayakan tubuh. Berat badan yang turun dianggap wajar jika tidak lebih dari 1kg dalam seminggu. Jika lebih daripada itu maka diet tersebut ekstrem dan kurang direkomendasikan karena bisa mengundang penyakit lainnya.



- Makanlah makanan berserat dan rendah lemak

         Makanan berserat sangat baik untuk dikonsumsi seperti buah, sayur, kacang, gandum, dan lain-lain. Makanan tersebut lama untuk dipecah oleh tubuh menjadi glukosa sehingga gula darah tidak mengalami lonjakan berlebihan. Tubuh mengolah makanan berserat perlahan sehingga tidak membebani kinerja organ-organ lainnya. Selain itu makanan berserat juga bisa menjaga agar perut terasa kenyang lebih lama sehingga bisa mencegah kita makan berlebihan.

         Makanan atau minuman rendah lemak juga baik untuk dikonsumsi seperti susu rendah lemak. Susu rendah lemak tersebut bisa menghindarkan kita dari sindrom metabolik. Menurut penelitian, konsumsi susu rendah lemak secara teratur akan lebih efektif dalam mencegah dan mengontrol diabetes bagi mereka yang memiliki kelebihan berat badan atau obesitas.



- Tidak merokok

         Merokok dapat mengganggu metabolisme tubuh. Diketahui bahwa hubungan antara rokok dan diabetes adalah rokok bisa membuat tubuh kehilangan kemampuannya untuk memanfaatkan insulin. Sehingga sensitivitas terhadap insulin berkurang, dan terjadilah resistansi insulin yang menjadi penyebab diabetes melitus.



         Cara mencegah diabetes melitus lainnya  adalah dengan tidak mengkonsumsi alkohol. Sama halnya seperti rokok, alkohol juga bisa menurunkan kemampuan tubuh dalam merespon insulin. Dengan begitu tubuh jadi kurang responsif terhadap insulin. Padahal insulin sangat diperlukan untuk mengolah glukosa. Seiring dengan semakin meningkatnya penderita diabetes, maka dibutuhkan kesadaran yang lebih agar bisa melakukan pencegahan sebisa mungkin untuk menghindari penyakit ini.
baca juga : kegunaan suntik insuline bagi tubuh

Penting mengetahui penyebab Diabetes Melitus Dan Cara Mencegahnya Rating: 4.5 Diposkan Oleh: fandris Rohimat