Diabetes melitus

Diabetes melitus


         Kita pasti sudah sering mendengar tentang penyakit Diabetes Melitus. Masyarakat di Indonesia seringkali menyebutnya dengan kencing manis. Diabetes melitus merupakan kondisi kronis pada tubuh yang yang mempengaruhi kemampuan tubuh untuk menggunakan energi yang diolah dari makanan. Secara umum, diabetes melitus terdiri dari 3 macam yakni tipe 1, tipe 2 dan tipe gestational. 
peran insuline bagi tubuh

         Pada tipe1, diabetes melitus terjadi karena tubuh kekurangan atau mengalami penurunan hormon insulin. Pada tipe 2 terjadi karena tubuh kurang responsif terhadap insulin atau terjadi resistensi insulin. Sedangkan diabetes gestational hanya terjadi selama masa kehamilan yang berarti menimpa wanita yang sedang hamil. Normalnya tubuh memecah karbohidrat dan gula dari makanan yang masuk ke tubuh. Kemudian mereka diubah menjadi bentuk gula lainnya atau yang sering kita sebut dengan gula darah atau glukosa. Glukosa sendiri merupakan bahan bakar yang digunakan oleh tubuh melalui sel-sel. Untuk bisa menggunakannya sebagai bahan bakar maka darahpun memerlukan hormon insulin agar glukosa bisa diubah menjadi energi.

         Pada kasus diabetes melitus, seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa tubuh kekurangan hormon insulin atau tidak peka terhadap hormon insulin. Pada kasus yang lebih parah bisa saja terjadi kombinasi antara kedua hal tersebut. Untuk lebih mengenal diabetes, mari kita bahas lebih mendetail berdasarkan jenisnya:



- Diabetes tipe 1

         Diabetes tipe 1 biasanya diderita sejak kanak-kanak. Tipe ini dikaitkan dengan masalah autoimun pada tubuh. Autoimun artinya reaksi anti bodi yang berlebihan ataupun salah mengira terhadap sesuatu yang seharusnya baik untuk tubuh dan malah dianggap berbahaya sehingga tubuh bereaksi melakukan penyerangan. Pada kasus diabetes, antibodi malah menyerang pankreas padahal pankreas adalah organ penting yang menghasilkan insulin. Dengan begitu, lama-lama pankreas akan rusak dan sama sekali sulit memproduksi hormon insulin lagi.

         Menurut para pakar kesehatan, diabetes tipe 1 ini bisa disebabkan karena faktor keturunan ataupun karena terjadi kesalahan pada sel beta di pankreas yang biasanya bertugas untuk memproduksi insulin. Bisa dikatakan bahwa diabetes merupakan penyakit yang bisa menyebabkan komplikasi kesehatan lain karena gula darah digunakan secara menyeluruh sebagai bahan bakar tubuh. Sehingga kerusakan organ lain sangat memungkinkan.

         Resiko kesehatan yang disebabkan oleh diabetes tipe 1 diantaranya merusak pembuluh darah, serangan jantung dan bahkan stroke. Maka tidak heran jika penderita diabetes yang sudah akut juga mengalami komplikasi penyakit lainnya. Pengobatan yang dilakukan untuk penderita diabetes tipe 1 biasanya berupa injeksi insulin yang dilakukan secara rutin. Hal ini bertujuan agar tubuh tetap memiliki insulin untuk mengolah karbohidrat dan gula yang masuk pada tubuh. Selain pengobatan, diet ketat biasanya juga dianjurkan yakni dengan mengatur jumlah karbohidrat dan gula yang masuk pada tubuh. 



- Diabetes tipe 2

         Biasanya diabetes tipe 2 ini terjadi karena kondisi tubuh yang kurang sensitif terhadap insulin sehingga insulin yang ada tidak bisa digunakan secara optimal untuk mengolah karbohidrat dan gula menjadi glukosa dan dirubah lagi menjadi bentuk energi. Diabetes melitus tipe 2 biasanya diderita oleh orang dewasa dan lansia. Meskipun begitu, penelitian sekarang menunjukan bahwa semakin banyak anak-anak dan remaja yang didiagnosa menderita diabetes jenis ini terutama mereka yang mengalami obesitas.

         Resistensi terhadap insulin ini biasanya terjadi pada sel otot, hati dan lemak. Diabetes tipe 2 ini memang biasanya dikaitkan dengan obesitas. Hal ini karena mereka yang obesitas memiliki resiko yang lebih besar untuk menderita penyakit ini. Dikatakan bahwa diabetes tipe 2 merupakan kasus yang lebih ringan dibanding tipe 1 namun tetap saja memerlukan pengobatan yang tepat karena tetap beresiko untuk menyebabkan komplikasi penyakit lain seperti jantung dan stroke. Meskipun dianggap lebih ringan namun nyatanya diabetes tipe 2 ini cenderung terus berkembang. Artinya jika tidak terkontrol dengan baik maka kondisi akan memburuk dan memerlukan penanganan yang lebih serius.



- Diabetes gestational

         Diabetes Melitus tipe ini merupakan diabetes yang dialami ketika sedang dalam masa kehamilan dan biasanya setelah melahirkan, diabetes ini akan ikut menghilang. Meskipun dalam beberapa kasus penderitanya justru menderita diabetes lanjutan yakni tipe 2. Namun hal tersebut jarang terjadi dan kebanyakan diabetes hilang pasca melahirkan. Yang harus diwaspadai dari diabetes tipe ini adalah bahwa bayi bisa beresiko mengalami gangguan kesehatan seperti berat badan yang terlalu besar, masalah pernafasan, serta bisa juga bayi menderita diabetes dikemudian hari.

         Selain itu, wanita hamil yang menderita diabetes juga berpotensi mengalami gangguan kesehatan lainnya seperti kerusakan pada ginjal, jantung dan saraf. Selain itu, biasanya sang ibu yang terkena diabetes selama masa kehamilan diperlukan operasi caesar ketika melahirkan karena bayi yang besar. Namun para calon ibu tidak perlu khawatir karena penanganan yang tepat dari dokter bisa mengontrol kondisi sehingga tidak beresiko baik terhadap bayi maupun sang ibu.





Kunci dari penanganan diabetes melitus adalah pengobatan yang tepat dan pola makan yang berimbang. Penderita diabetes masih bisa menjalankan aktifitas normal dengan tetap menjaga kesehatan. Berikut beberapa hal yag bisa dilakukan untuk mencegah serta mengendalikan diabetes:

- Makanlah makanan yang mengandung serat

         Makanan berserat akan lebih lama dicerna oleh tubuh sehingga tidak akan terjadi lonjakan gula darah. Sebaliknya konsumsi karbohidrat yang berlebihan dapat membuat lonjakan gula darah. Kemudian hal itu akan memperberat kerja pankreas karena harus memproduksi lebih banyak insulin. 


- Hindari alkohol dan rokok

         Alkohol dan rokok dapat mengganggu metabolisme tubuh sehingga bisa membuat pankreas kesulitan memproduksi insulin. Atau, tubuh menjadi resisten terhadap insulin. Baik alkohol maupun rokok sangat tidak dianjurkan untuk penderita diabetes tipe apapun terlebih bagi wanita hamil.



- Menjaga berat badan

         Obesitas dapat meningkatkan resiko terkena diabetes dan juga memperburuk kondisi diabetes yang sudah ada. Maka sebaiknya kontrol agar bobot tetap ideal. Begitupun bagi wanita hamil, sebaiknya kenaikan berat badan harus lebih dikontrol agar tidak meningkatkan resiko diabetes gestational. Kenaikan berat badan saat kehamilan sebaiknya tidak lebih dari 20kg.



- Banyak bergerak

         Diabetes harus dicegah resikonya ataupun kondisi yang sudah ada dengan banyak bergerak. Aktifitas fisik dapat membantu sel-sel darah untuk lebih responsif terhadap insulin karena metabolisme tubuh terjaga. Maka hindarilah duduk atau tidur terlalu lama. Olahraga rutin setiap pagi dengan berjalan kaki atau lari bisa membantu agar tubuh tetap sehat. Sekalipun bagi wanita hamil, dianjurkan untuk tetap bergerak dan berolahraga misalnya jalan kaki dihalaman rumah setiap pagi atau sore.



         Meskipun merupakan penyakit seumur hidup dan bisa semakin buruk namun hal tersebut bisa dicegah dengan disiplin melakukan pengobatan agar Diabetes Melitus tetap terkontrol dan tidak mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Hindari stres agar penyakit tidak semakin memburuk dan perbanyak pergaulan terutama beserta sesama penderita agar tidak merasa sendirian dalam menghadapi penyakit diabetes ini.

Diabetes melitus Rating: 4.5 Diposkan Oleh: fandris Rohimat